💃 Peta Gunung Gede Via Putri
Ada3 jalur resmi pendakian Gunung Gede Pangrango, yakni jalur Cibodas, jalur Gunung Putri, dan jalur Selabintana. Berikut panduan dan informasi seputar tiga jalur pendakian tersebut: 1. Jalur Cibodas. Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango via Cibodas merupakan jalur yang paling sering dilalui para pendaki. Lihat Foto.
Hampirdi setiap trek adalah jalur menanjak dan sedikit sekali jalan datar. Gunung Gede Pangrango memiliki 3 jalur pendakian resmi yaitu jalur Cibodas, jalur Gunung Putri dan jalur Selabintana. Jalur Cibodas adalah pilihan favorit pertama karena di jalur ini terdapat banyak spot wisata alam yang sangat bagus, dan sumber air berlimpah.
Rp 850.000,-. Guide : Air Panas ? Rp. 450.000,-. Guide : Air Terjun ? Rp. 350.000,-. Itulah Jasa Guide dan Porter Gunung Gede Pangrango yang kami layani. Untuk paket pendakian lengkap silahkan kunjungi halaman PAKET PENDAKIAN GEDE PANGRANGO atau bagi yang ingin hanya menyewa peralatan camping bisa dilihat di halaman JASA RENTAL SEWA ALAT CAMPING.
Pengujianuntuk membandingkan hasil yang lebih baik antar kedua variabel tersebut dengan menghilangkan salah satu variabel dalam pemodelan, hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa
Jalurpendakian Gede Pangrango via Putri memiliki alokasi kuota pendaki terbanyak, sehingga kemungkinan mendapatkan izin mendaki lebih banyak.Memudahkan kamu yang akan mendaki bersama tim. Merupakan jalur tercepat hingga 2-3 jam lebih cepat dari jalur lainnya. Rata-rata pendaki yang melalui jalur Putri bisa sampai dalam 7 jam, sedangkan via Cibodas membutuhkan waktu hingga 10 jam.
LokasiGunung Gede Rute Atau Jalur Pendakian Gunung Gede Harga Tiket Masuk Gunung Gede Jam Buka Gunung Gede Fasilitas Di Gunung Gede Sejarah Pendaki Pertama Gunung Gede Larangan Di Gunung Gede Misteri Di Gunung Gede Perbedaan Gunung Gede, Dengan Gunung Pangrango Daya Tarik Gunung Gede 1. View Alam Yang Spektakuler
Untukmenuju Puncak Gunung Gede jalur Putri ini mirip-mirip jika lewat jalur Cibodas, jalur trekking nya terjal dan sempit, jadi ya pelan-pelan saja ya teman-teman. Tapi sebelum melalui jalur terjal, nikmati dulu 'cuci mata' dengan indah nya hamparan bunga Edelweis di sepanjang jalan Surya Kencana ini. Untuk mencapai Puncak Gunung Gede
3 Peta Versi "Gambar Ringkas" Selain dua versi sebelumnya, ada satu lagi versi "Gambar Ringkas" yang baru-baru ini diupload oleh Ryan Aditya di halaman Google Plus-nya. Peta ini cukup ringkas dalam menjelaskan garis besar jalur pendakian Gunung Gede Pangrango melalui tiga pintu masuk utama, yakni Cibodas, Gunung Putri dan Selabintana.
Gununggede pangrango berlokasi di tiga kabupaten, yaitu kabupaten bogor, cianjur, dan sukabumi. Via putri,ini jalur tersingkat hanya di butuhkan 6 jam (normal) untuk sampai puncak tapi ya begitu dengkul sedagu. Akomodasi menuju basecamp pendakian via jalur gunung putri cukup mudah. Namun, hanya jalur pendakian via gunung putri dan cibodas yang
. Pendakian ke puncak Gunung Gede via Putri kami lakukan pada 27-29 Mei 2022. Pendakian yang memang direncanakan santai. Kalau sampai puncak alhamdulillah. Nggak juga nggak apa. Lana nggak ikut kali ini. Pesertanya cuma Papa, Mama dan Keano. Buat Papa Herwin dan Keano ini pertama kali ke Gunung Gede. Sementara buat Mama Yossie, ini kayak nostalgia karena dulu jaman mahasiswa hampir tiap tahun naik ke Gede. Dulu kan masih aktif di Group Pencinta Alam Aesthetica ISTN soalnya. Pelantikan anggota baru acaranya ya pasti lewat Gunung Gede, lanjut ke Gunung Pangrango setiap tahun. Sekarang mendakinya ngajak keluarga. Untuk anak-anak Gunung Gede termasuk aman menurut kami. Jalurnya sudah jelas terbaca. Nggak ada yang ekstrim banget. Cuma pegel aja, karena pendakian ke puncak Gunung Gede via Putri tanjakannya lebih berat dibanding lewat jalur Cibodas. Meski begitu, lewat sini bisa lebih cepat sampainya ke puncak. Sudah begitu dapat bonus bisa lewatin alun-alun Surya Kencana yang bagus banget sebelum kita sampai puncak. alun-alun surya kencana Kami sampai di area base camp Gunung Putri pas waktunya shalat Jumat. Papa Herwin dan Keano shalat dulu. Setelah itu kita makan siang di base camp Yaman, yang lokasinya persis di depan parkiran mobil. Yup, di sini ada lahan parkir bersama buat kendaraan roda empat. Memudahkan banget buat kita yang bawa mobil sendiri. Biaya parkir 30 Ribu rupiah perhari. Kalau dua hari ya kali dua aja. Memang dikondisikan buat parkir inap di sini. Penjagaannya juga cukup aman. Parkiran ini dikelola oleh warga setempat. Kelar makan siang, kami segera menuju base camp Hadi. Nah BC Hadi ini udah gak bisa mobil masuk. Mesti jalan kaki. Lokasinya persis berhadapan dengan Pos Pemeriksaan SIMAKSI Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Sesuai namanya, yang punya base camp namanya Kang Hadi. Kami mempercayakan Kang Hadi mulai dari ngurusin SIMAKSI sampai cariin porter. Jadi pas kita dateng semua sudah ready, tinggal nanjak aja. Kang Hadi cuma butuh foto KTP kita di setor duluan sebelum keberangkatan kita ke sini. Untuk pengurusan SIMAKSI, kami bayar 75 Ribu rupiah perorang. Anak-anak seusia Keano 11 tahun gak perlu bayar. Sementara tarif porter 500 Ribu perhari. Kalau rencana jalannya dua hari ya kali dua aja. Cukup satu porter buat rombongan kecil kami. Di carrier yang dibawa porter isinya logistik mentah, peralatan masak dan makan, cadangan air, tenda, dan cadangan baju. Sementara tas kami isinya yang ringan-ringan kaya sepasang baju ganti, snack, minum pribadi sama sleeping bag. Kang Ikin, porter andalan Alhamdulillah dapat porter yang sabar dan kalem. Kang Ikin namanya. Bisa menyesuaikan juga sama ritme mendaki kami yang mungkin mirip siput lambatnya. Fisik sih memang seadanya. Yang penting mental mesti dijaga. Berikut ini adalah rute pendakian ke Puncak Gunung Gede via putri. BASE CAMP-POS 1 Informasi Lama Rute ini bisa dibilang pemanasan. Masih agak landai jalurnya. Dari kawasan base camp nanti kita melewati jalan yang kanan kirinya adalah ladang sayur warga. Nanti kita bakal ngelewatin tempat pembuangan sampah akhir. Ini tempat pendaki mengumpulkan sampah yang mereka bawa dari gunung. Setelah itu jalan lagi bakal ketemu pos ojek. Yes, sampai pos ojek ini, memang kita masih bisa naik ojek. Gak mesti jalan kaki. Tapi ya itu pilihan aja sih. Biasanya pos ojek ini berguna pas pendaki turun saking lelahnya sudah gak sanggup jalan kaki lagi sampai base camp. Atau juga ada yang cidera kaki. Selebihnya lebih banyak yang jalan kaki di rute ini. Mulai dari pos ojek kita bakal masuk hutan. Dari base camp menuju pos satu jaraknya hampir dua kilometer. Waktu perjalanan sekitar 1,5 sampai 2 jam. Menandainya gampang. Ada gapura selamat datang yang bentuknya cocok banget buat latar film horror hehehe… Jalur pendakian Gunung Gede via Putri POS 1 Informasi Lama- POS 2 Leugok Leunca Gak lama istirahat di pos satu, naik lagi ke atas. Di Gunung Gede ini kita ketemu banyak warung. Makanya penting bawa duit cash kalau nanjak ke sini biar bisa jajan. Jajanan di warung rata-rata gorengan, snack, mie cup, aneka minuman kemasan dan semangka. Semangka perpotong di jual 5 ribu, kalau gorengan 2 ribu. Yang mahal itu air mineral kemasan. Botol kecil 600ml 15 ribu. Botol gede liter 35 ribu. Mahal karena kebayang juga susah dan beratnya bawa ke sini. Kalau gorengan masih termasuk murah karena bahan-bahannya banyak tersedia di kebun warga. Mereka bawa bahan mentah terus goreng deh di atas. Kita bisa makan hangat-hangat kalau gorengan ini. Warung di jalur pendakian Gunung Gede via Putri Dari pos satu ke pos dua nggak terlalu jauh. Dengan kecepatan kami, jalan sekitar satu jam sudah sampai. Nama posnya Leugok Lenca dengan ketinggian 1993 mdpl. Di pos dua kami istirahat sebentar. Di sini juga ada warung lagi. Tapi kita nggak jajan. Melainkan buka bekal yang dibawa Keano. Tas Keano banyak banget isi makanan soalnya. Lumayan mengurangi beban kalau dimakan. POS 2 Leugok Leunca – POS 3 Buntut Lutung Pendakian Gunung Gede via Putri terus berlanjut meskipun di rute ini kami sempat kehujanan. Hari juga mulai gelap. Kami sempat berteduh di sebuah warung saat Maghrib tiba. Diskusi dengan Mang Ikin, porter kami, menurutnya kami lebih baik melanjutkan perjalanan. Nanti baru ngecamp di Pos 3, dan besoknya langsung bisa lanjut mendaki. Tadinya memang sempat goyah untuk bermalam di dekat warung tempat kami berteduh ini. Jalan malam di hutan itu gak nyaman. Gelap, nggak keliatan apa-apa. Apalagi bawa anak seusia Keano. Fisik juga semakin drop. Ditambah lagi badan terasa dingin karena kehujanan. Tapi kami bertekad malam itu untuk sampai Pos 3. Biar istirahatnya enak dan nggak ninggalin banyak PR buat perjalanan besok. Alhamdulillah, sebentar saja jalan gelap-gelapan sudah sampai di pos 3 Buntut Lutung. Sekitar jam 7 malam kami sudah bisa masuk tenda. Pos 3 Buntut Lutung ketinggiannya sekitar 2300 Mdpl. Tempatnya cukup luas buat pendaki ngecamp. Selain kami ada beberapa tenda juga yang digelar di sini. Biasanya mereka pendaki santai kayak kami. Berangkat siang atau sore, malamnya ngecamp di Pos 3 atau Pos 4. Besoknya jalan lagi, lanjut ngecamp di alun-alun Surya Kencana. Subuh baru muncak buat liat sunrise, setelah itu turun pulang. Itu kalau pendakian Gunung Gede via Putri selama 3 hari dua malam. Ada juga yang ngegas cuma dua hari 1 malam. Pagi nanjak, malamnya ngecamp di Surya Kencana, besokannya muncak habis itu pulang. Sekarang ini bahkan gasnya lebih pol lagi. Soalnya lagi musim trail run. Itu ada yang bisa-bisanya lari seharian bolak balik nanjak sampai Puncak Gede langsung turun lagi. Gila banget fisiknya. Kami sendiri ambil yang selow aja. Target Keano cuma kepengen melihat alun-alun Surya Kencana. Tadinya malah sempat ngajakin pulang saat bangun tidur di pos ini. Tapi itu rupanya efek sakit perut karena mau BAB. Setelah diajarin cara BAB di gunung, Keano kembali ke tenda dengan wajah lega. Gak lama kemudian, dia bilang pengen lanjut mendakinya. Kami sebagai orang tua tinggal mengikuti saja. POS 3 Buntut Lutung – POS 4 Simpang Maleber Sekitar jam 10 pagi, barulah kami beranjak dari Pos 3. Agak siang karena paginya masih gerimis, angin juga kencang bertiup. Menunggu matahari agak terang baru melanjutkan perjalanan. Saran Mang Ikin untuk ngecamp di Pos 3 tepat banget. Karena dari Pos 3 menuju Pos 4 Simpang Maleber adalah jalur yang paling berat. Tanjakannya panjang-panjang, hampir nggak ada jalan datar. Pas banget semaleman recharge energi, paginya jadi masih segar badan menghadapi tanjakan. Kalau orang-orang biasanya sekitar 2 jam melalui jalur ini. Di pos 3 menuju pos 4 ada beberapa pos bayangan. Ada beberapa warung juga. Jalur juga semakin siang semakin rame. Sekitar jam 11 kami sampai di pos bayangan Lawang Saketeng namanya. Pos 4 Simpang Maleber masih agak jauh di depan. Kami sempatkan istirahat dulu. Mesti pinter-pinter ngatur energi. Biar pelan yang penting nanti sampai di tujuan. Yang bikin seneng nih, drama keano minta pulang di pos 3 sudah menguap begitu aja. Sepanjang perjalanan anak ini moodnya keliatan bagus. Capek iya, tapi nggak jadi alasan dia untuk menghentikan perjalanan. Dan kamipun sampai di Simpang Maleber lebih cepat dari yang direncanakan. Belum jam 12 siang, kita sudah tiba. POS 4 Simpang Maleber – POS 5 Alun-alun Timur Surya Kencana Di Pos 4 Simpang Maleber, suasana lebih ramai dibanding Pos 3. Sudah bercampur dengan pendaki yang turun juga soalnya. Ketemulah macam melting point di Pos 4 ini. Ketinggian lokasi ini sekitar 2627 mdpl. Di pos 4 ini, Mama Yossie ketemu para sahabat sejak kuliah dulu. Sama-sama anggota grup pencinta alam aesthetica ISTN. Pendakian ini rencananya juga pengen ketemu sama mereka. Cuma karena kesibukan masing-masing gak bisa bareng-bareng jalannya. Ntar ketemu di atas saja. Begitulah perjanjiannya. Benar juga sih ketemu, tapi kami baru naik, ada yang sudah turun. Sebagian masih ngecamp di Surya Kencana. Bisa turun bareng-bareng besok siang. Di Pos 4 ini kembali jajan dan beli air minum. Cadangan air di porter masih ada sebenarnya. Tapi buat bekal di jalan kami pilih beli. Dari Pos 4 ke Pos 5 Alun-alun Timur Surya Kencana, sebenarnya rute pendek. Tanjakannya sudah berkurang. Ada beberapa bagian jalan datar sebagai bonus. Kira-kira jalur ini bisa ditempuh dengan waktu perjalanan sekitar satu jam. Setelah cukup istirahat, jajan dan ngobrol di Pos 4, perjalanan kami lanjutkan. Sekitar jam akhirnya kami sampai di alun-alun Surya Kencana. Pemandangan padang edelweiss jadi hiburan tersendiri buat mata. Cita-cita Keano kesampaian. Menginjakkan kaki di alun-alun seluas kurang lebih 50 hektar ini. POS 5 Alun-alun Timur Surya Kencana – Alun-alun Barat Surya Kencana Pos 5 jalur pendakian Gunung Gede via Putri menjadi gerbang masuk menuju Alun-alun Surya Kencana. Savanna luas ini diapit dua gunung, yakni Gunung Gede dan Gunung Gemuruh. Ada banyak pendaki yang ngecamp di Pos 5 ini. Padahal, untuk menuju puncak Gunung Gede, kita mesti melintasi alun-alun ke bagian barat, terus baru deh nanjak ke area kawah. Ini sih sebenarnya pilihan saja. Mau ngecamp di bagian timur atau barat. Kalau kami, mending lanjut perjalanan ke bagian barat, biar besok kalau mau nanjak ke puncak lebih dekat. Alun-alun Surya Kencana ketinggiannya sekitar 2750mdpl. Kita melintasi padang rumput yang datar dan luas menuju alun-alun barat dari arah timur. Sebenarnya sih bisa ditempuh dalam waktu sekitar setengah jam. Tapi karena lokasinya bagus, jadi banyak berhenti untuk istirahat sambil menikmati keindahannya. Lagi pula, hari ini nggak ada lagi yang dikejar. Targetnya cuma buka tenda di alun-alun barat, terus istirahat. Makanya jalannya santai saja di sepanjang Surya Kencana. Pas banget matahari juga lagi bagus-bagusnya. Padahal tadi pagi sempat gerimis, mendung, dan angin yang suaranya kedengar gak karuan. Kalau kita ngecamp di alun-alun barat, lebih dekat ke mata air. Ada mata air alami di sini. Gak perlu beli lagi. Kami mencari lokasi ngecamp agak di pinggir untuk menghindari dinginnya hembusan angin. Di alun-alun barat juga ada warung. Tapi kan tau sendiri harga air cukup mahal. Kalau jajan gorengan aja sih masih bisa banyak. Kalau air lebih baik ngambil sendiri di mata air. Alun-alun Barat Surya Kencana – Puncak Gunung Gede Nah, sekarang nih waktunya menuju puncak. Nikmatnya pendakian ke Puncak Gunung Gede via Putri adalah kita bisa melihat alun-alun Surya Kencana duluan. Tempat ini adalah salah satu daya tarik Gunung Gede selain tentu saja puncaknya. Dari alun-alun barat Surya Kencana menuju Puncak Gede, perjalanan sekitar 30-45 menit. Biasanya pendaki meninggalkan barang-barang di tenda, bawa bekal seperlunya aja ke puncak. Kecuali pulangnya nanti mau lewat jalur Cibodas, gak lewat Putri lagi ya mau nggak mau harus diangkut semua karena arahnya berlawanan. Pemandangan dari Puncak Gunung Gede, tampak Gunung Pangrango Puncak Gunung Gede ketinggiannya 2958 mdpl. Jalur naik keatas lumayan ngetrek, tapi ya nggak sulit-sulit banget. Keliatan jalannya. Sisakan saja cadangan nafas yang banyak hehehehe.. Jalaur ngetrek lumayan bikin cepet ngos-ngosan soalnya. Kalau naik pagi enaknya udara masih agak dingin. Jadi gak terlalu keringetan. Gak mesti bertempur juga dengan panasnya matahari pagi. Saat naik ke puncak, Keano kami tinggal di tenda. Ada porter kami, Kang Ikin yang jaga. Plus ada juga sejumlah teman dari GPA Aesthetica ISTN yang sudah ngecamp duluan. Nitip juga ke mereka. Kawah Gunung Gede ini masih aktif meskipun statusnya dalam kondisi normal sekarang-sekarang ini. Dari puncak Gunung Gede keliatan puncak Gunung Pangrango. Kalau mau ke sana mesti turun dulu ke arah Kandang Badak baru ketemu jalur naiknya. Demikian jalur pendakian ke Puncak Gunung Gede via Putri. Base camp pendakiannya terletak di Sukatani, Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Arahnya gak jauh dari Istana Cipanas. Untuk info pendakian, bantuan pengurusan SIMAKSI, porter atau perlu base camp transit sebelum nanjak bisa kontak ke BASE CAMP HADI. Kang Hadi-nya ramah dan siap membantu. Di bawah ini adalah peta lokasi Base Csmp Hadi alias Gede Pangrango Adventure. Gak susah nyarinya dan mudah dikontak orangnya. Berikut ini kami lampirkan itinerary pendakian Gunung Gede via Putri yang kami jalani. Jumat, 27 Mei berangkat sampai Basecamp, jum’atan, berangkat dari Basecamp pos pos warung gorengan18..45 sampai pos 3. Buka tenda Sabtu, 28 Mei berangkat dr pos pos bayangan Lawang pos 4 Simpang berangkat dr pos Pos 5 alun-alun timur Surya Alun-alun barat Surya Kencana Minggu, 29 Mei otw turun alun-alun barat pos pos 4-pos bayangan lawang Pos bayangan-pos pos 3 pos pos 1 Base Camp Hadi Buat Keano, ini adalah pendakian gunung ketiganya. Sebelumnya, Keano dan kakaknya Lana, pernah kami ajak naik Gunung Papandayan dan Gunung Prau. Berikut ini selengkapnya video jalur pendakian Gede via Putri
Jakarta - Kamu yang berencana mendaki Gunung Gede via Gunung Putri, perlu tahu sebelumnya tentang cara daftar, rute, sampai estimasi waktu pendakian. Yuk simak artikel ini!1. Cara DaftarCara daftar tetap sama dilakukan lewat daring, kamu bisa buka website resmi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango TNGGP atau Setelah buka laman ini, kamu harus memenuhi semua persyaratan dan prosedur. Seperti tata cara pembayaran, serta disarankan membawa hasil Rapid Test, wajib membawa surat sehat dan ketentuan lainnya. 2. Lokasi, Rute dan TransportasiLokasi untuk menuju jalur Gunung Putri yaitu di pintu masuk Gunung Putri di Kantor Resort Gunung Putri lokasi tersedia di maps, di sini sekaligus mengambil Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi SIMAKSI. Rute dari Jakarta menggunakan mobil pribadi, Tol Jagorawi-Tol Ciawi jurusan puncak-Bandung-Cibodas-Gunung Putri berjarak 120 kilometer km.Rute dari Terminal Cipanas ke Gunung Putri menggunakan angkot hanya sekitar 30 menit atau berjarak 7 km, menuju Pasar Cipanas, lalu ke pertigaan Cipanas, lalu gunakan angkot kuning dengan tujuan Gunung Putri. Kalau dari Stasiun Bogor naik angkot 03 turun di halte Damri, dilanjutkan naik angkot 01 ke Pasar Ciawi, Naik elf berwarna putih turun di Pasar Cipanas, lalu menyebrang ke pertigaan Cipanas untuk naik angkot kuning menuju pintu masuk Gunung Putri waktu perjalanan 2-3 jam. Catatan, bagi yang menggunakan kereta dari dalam/luar Jawa Barat bisa meneruskan ke Stasiun BiayaTarif tiket pendakian sudah termasuk asuransi- WNI hari kerja Rp WNI hari libur Rp - Pelajar WNI hari kerja Rp harus 10 orang dengan identitas kartu pelajar/mahasiswa, Pelajar WNI hari libur Rp harus 10 orang dengan identitas kartu pelajar/mahasiswa- WNA Hari Kerja Rp dan WNA Hari Libur Rp naik KRL ke Stasiun Bogor sekitar Rp naik angkot dengan jarak dekat Rp 5000, naik elf dari Pasar Ciawi ke Pasar Cipanas sekitar Rp 20 ribu-Rp 30 ribu. Angkot ke pintu masuk Gunung Putri sekitar Rp Estimasi Waktu PendakianBasecamp-Legok Leunca 1 jam Legok Leunca-Buntut Lutung 1,5 jam Buntut Lutung-Lawang Sekateng 1,5 jamLawang Sekateng-Simpang Maleber 1,5 jamSimpang Maleber-Alun-alun Surya Kencana Timur 1 jamAlun-alun Surya Kencana-Puncak Gunung Gede 3 jamTotal waktu yang diperlukan sekitar 9,5-10 jam belum termasuk istirahat5. Mendirikan TendaPerlu dicatat bahwa dalam masa pandemi waktu pendakian dibatasi 2 hari 1 malam dan kuota pendakian hanya 300 orang/hari dari akumulasi dari 3 jalur Gunung Gede Pangrango, hal ini menghindari penumpukan pendakian dan apabila melebihi waktu itu dapat dikenakan dengan mendirikan tenda atau bermalam di Gunung Gede kamu bisa mendirikan tenda di area sebelum Pos Bayangan antara Pos 3 dan Pos 4, Pos Bayangan sebelum Pos 4 atau di Alun-alun Surya Kencana dengan tetap menimbang batas waktu mengingatkan kembali teruntuk traveler yang ingin mendaki Gunung Gede, jalur pendakian telah dibuka kembali semenjak tanggal 12 Desember lalu. Namun pihak TN Gunung Gede Pangrango akan menutup kembali jalur pendakian bila cuaca di sana kembali memburuk. Pendaki bisa mengubah jadwal atau menunda untuk mendaki jika dalam keadaan jaga kesehatan dan selalu update tentang info pendakian ya traveler! Simak Video "Viral! Gunung Gede Diserbu Pendaki, Jalur Pendakian Macet" [GambasVideo 20detik] sym/sym
Gunung Gede memiliki ketinggian mdpl ini bisa dikatakan kiblatnya pendaki gunung di Jabodetabek dan Jawa Barat. Akses yang mudah dijangkau, berada di jalur wisata kawasan puncak, membuat gunung ini selalu ramai dikunjungi saat musim pendakian. Ada tiga jalur yang dapat dilalui untuk menuju puncak tertinggi ketiga di Jawa Barat ini, jalur Cibodas, jalur Gunung Putri keduanya berada di Kabupaten Cianjur dan jalur Selabintana di Kabupaten Sukabumi. Jalur Gunung Putri merupakan yang terpendek dari ketiganya, dari pos pendakian hingga alun-alun suryakencana timur hanya 6 km. Hanya? Iya hanya… Gunung Putri sendiri adalah nama jalan yang berada di Desa Sukatani, Kec. Pacet, Kab. Cianjur, Jawa Barat. Akses menuju jalur ini cukup mudah. Jika dari arah Jakarta, Bekasi, Tangerang bisa menuju Terminal Kampung Rambutan terlebih dahulu kemudian mencari bis jurusan Cianjur, turun tepat di depan Pasar Cipanas. Dari situ nanti sudah banyak angkot yang menawarkan jasa menuju basecamp Gunung Putri. Jika dari arah Bogor bisa mencarter angkot yang banyak tersedia di Stasiun Bogor hingga basecamp atau menggunakan jasa taksi online. Gunung Gede sebenarnya sudah menerapkan sistem pengurusan simaksi secara online. Namun, entah bagaimana awalnya simaksi dapat diurus on the spot dilokasi pendakian, dengan tarif yang lebih mahal dan bervariasi tentunya. Pendakian jalur Gunung Putri dibuka sejak pukul 4 pagi, jadi bagi teman-teman yang ingin start lebih awal bisa memanfaatkan waktu tersebut. Pos GPO Gede Pengrango Operation – Pos Bayangan Tanah Merah 39 menit Pendaki diwajibkan untuk lapor di Pos GPO sebelum mendaki dengan menunjukkan simaksi dan pencatatan nama ketua kelompok dan jumlah anggota. Seperti umumnya jalur pendakian di Jawa diawali dengan melewati ladang milik warga sekitar. Dijalur ladang tersebut terdapat pos polisi kehutanan setempat, yang dapat juga digunakan untuk tempat beristirahat. Setelah melewati ladang masyarakat teman-teman akan sampai di pos bayangan Tanah Merah. Disini terdapat area yang cukup luas dan ada warung tenda untuk istirahat. Pos Bayangan Tanah Merah – Pos 1 21 menit Dari Pos Tanah Merah ke Pos 1 jalur yang dilalui agak menanjak dengan tangga-tangga batu diawal. Pos 1 ditandai dengan gapura batu bertuliskan Taman Nasional Gede Pangrango. Pos 1 ini merupakan area yang cukup luas dengan gazebo batu kecil dan warung. Warung-warung seperti ini akan ditemui disetiap pos pendakian, tersedia gorengan, semangka, aneka minuman dan mie instans. Lumayan buat ngemil-ngemil sambil istirahat. Pos 1 – Pos 2 Leugok Leunca 23 Menit Jalur dari Pos 1 ke Pos 2 tidak jauh berbeda dengan jalur yang menuju Pos 1. Medan tanah dan akar pepohonan dengan tanjakan yang tidak begitu curam. Sebelum Pos 2 akan dijumpai bangunan rumah kecil dari batu yang dapat digunakan untuk beristirahat sejenak. Di Pos 2 juga terdapat warung tenda dan gazebo. Pos 2 – Pos 3 Buntut Lutung 1 jam 18 menit Jalur dari Pos 2 ke Pos 3 didominasi dengan trek tanah yang tergolong landai dan juga cukup panjang. Dibeberapa titik terdapat area yang cukup datar dan luas untuk beristirahat. Di Pos 3 juga terdapat warung dan gazebo, dan memiliki area yang lebih luas dari pos-pos sebelumnya, sehingga banyak pendaki yang start pagi memilih untuk beristirahat cukup lama disini untuk sarapan menjelang siang. Pos 3 – Pos 4 Simpang Maleber 2 jam 5 menit Selepas pos 3 merupakan jalur trek tanah dan akar, dengan tanjakan yang curam. Jalur ini merupakan yang terberat sepanjang jalur Gunung Putri. Di jalur menuju Pos 4 terdapat 2 pos bayangan warung. Pos 3 – Pos Bayangan 1 saya tempuh dalam waktu 39 menit, Pos Bayangan 1 – Pos Bayangan 2 Lawang Saketeng 26 menit. Dari Pos Lawang Saketeng – Pos 4 ditempuh sekitar 1 jam dengan nanjak dikit duduk nanjak dikit duduk, lelah abang neng… berbeda dengan pos sebelumnya, Pos 4 hanya berupa ruang terbuka yang tidak terlalu luas namun tetap ada warung tenda disana. Pos 4 – Pos 5 Alun-alun Timur Suryakencana 1 jam 19 menit Jalur dari Pos 4 ke Pos 5 masih sama seperti jalur menuju Pos 4, tanjakan curam, trek tanah dan akar, pokoknya capek dan sedih klo diceritain. Kalo temen-temen udah nemu belokan ke kiri berarti selamat anda lulus ujian…karena dari situ sudah datar dan langsung menuju Pos 5 Alun-alun Suryakencana bagian timur. Alun-alun timur – Alun-alun barat 30 menit Alun-alun Suryakencana Timur ke Barat ditempuh dengan jarak katanya sekitar 2,5 km, dengan kondisi trek yang rata bin datar dan mulus…untuk tempat camp lebih banyak pendaki yang memilih di alun-alun barat, selain sumber air berlimpah, akses menuju puncak juga lebih dekat. Tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat, karena area ini sangat luas, dengan edelweiss dimana-mana. Tinggal pilih aja mau mepet ke pepohonan, mepet sumber air, atau ditengah padang berdiri congkak pamer tenda. Klo tenda mahal bin keren ga papa kok… Alun-alun Barat Suryakencana Alun-alun barat – puncak 30-45 menit katanya Dari alun-alun barat ke Puncak treknya menanjak lumayan curam. Saya gak ke Puncak karena males, hehehe… Suryakencana bikin mager asli. Untuk perjalanan turun dari Alun-alun barat hingga Pos GPO dapat ditempuh dalam waktu 3 jam 30 menit saja. hehehe… Oh ya sedikit tentang warung, warung-warung ini ada di setiap pos di jalur Gunung Putri hingga puncak Gede. Menunya ya serba instan dengan harga yang cukup so so lah…kayak Gorengan Rp 2000, Semangka Rp 5000, Teh panas Rp 7000, Air meneral Rp 15000, Susu, kopi, nutrisari, pop mie dll ga tau harganya karena ga beli. Dengan kondisi trek yang didominasi trek tanah teman-teman harus lebih berhati-hati jika cuaca hujan, karena kemungkinan besar kondisi trek menjadi licin. Jalur Gunung Putri juga menjadi favorit para pendaki, sehingga saat wekend dapat dipastikan jalur menjadi ramai dan antri.
peta gunung gede via putri